Penyakit Kanker Ginjal

Banyak darah yang senantiasa lewat melalui ginjal yang terdiri atas filter (saringan) kecil tak terhitung banyaknya (neuron). Filtrat (air saringan, air tapis)  melewati tabung-tabung mini yang terletak di lapisan sumsum gnjal, ditempat zat-zat bermanfaat dan berharga seperti garam, mineral, dan gula diseleksi dan diserap lagi ke dalam darah. Sisanya, ampas yang tak berguna dari pembakaran di jaringan menuju lewat piala ginjal sebagai urine ke saluran kemih dan kandung kemih. GInjal terletak di kiri dan kanan tulang belakang diperut di belakang selaput perut, terlindung dengan baik oleh iga. Letaknya  merupaka tempat yang aman, terpilih dengan baik bagi organ yang mudah terluka semacam ni, tetapi kerugiannya adalah, bahwa suatu tumor ganas sulit ditemukan secara dini dan hal itu dapat fatal bagi pemiliknya. DI tangkai ginjal terletak semua struktur penyaluran masuk dan keluar, pembuluh balik dan pembuluh nadi ginjal, pembuluh limfe dan  saluran kemih, berdampingan satu sama lain. Diatas ginjal terletak anak ginjal, sebuha kelenjar endokrin yang bebas dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan jalan kemih.  Penyakit kanker ginjal adalah tumor ganas ginjal lebih sering terjadi pada pria dan jarang ditemukan sebelum decade ke empat.

Jika penyakit kanker ginjal hanya unilateral dan fungsi ginjal lainnya cukup banik, ginjal yang terkena diangkat. Nefrektomi parsial dapat dilakukan jika fungsi ginjal lainnya abnormal. Untuk mengendalikan penyebaran metastatic dilakukan kemoterapi. Nefroureterktomi dilakukan untuk mengatasi tumor pelvis ginjal dan ureter.  Nefroblastoma (tumor Wilms) adalah tumor abdomen tersering pada masa kanak-kanak, dan salah satu tumor yang biasanya mengenai ginjal. Tumor ini biasanya didiagnosisi pada masa prasekolah. Prognosis tidak pasti dan bergantung pada stadium tumor dan usia anak saat didiagnosis serta terapi (radioterapi, pengangkatan melalui pembedahan, dan kemoterapi).

Ada dua tumor ganas dari penyakit kanker ginjal yang muncul secara teratur, karsinoma sel ginjal dan nefroblastama. Karsinoma sel ginjal muncul agak lebih sering pada pria dibandingkan dengan pada wanita Penyebabnya tidak diketahui, Suatu zat kontras  rontgent yang dulu terkadang digunakan dihubungkan dengan kanker ginjal ini dan dengan kanker hati primer, tetapi, zat ini sudah bertahun-tahun tidak digunakan lagi. Keturunan nampaknya tidak memainkan [eranan dominan. Pada anak-anak, ada tumor yang terkenal jahat yaitu nefroblastoma yang juga disebut tumor Wilms (seorang ahli bedah Jerman). Untung saja, selama dasawarsa terakhir abad lalu, pengendalian kanker ini sangat membaik.

Seperti kebanyakan jenis kanker, pada penyakit kanker ginjal keluhan dan simtom tidak ada untuk jangka waktu lama, tumornya muncul secara laten (tersembunyi). Tanda pertamanya adalah darah pada urine, nyeri punggung atau benjolan yang teraba. Tiga gejala ini terkadang disebut trias Grawitz, jelas merupakan “tanda lambat” dan menunjuka pada suatu stadium lanjut. Hamturi, darah di urine, disebabkan oleh pertumbuhan lanjut ke dalam piala ginjal, diikuti oleh pendarahan dari tumor.  Tekadanhg darah di dalam piala ginjal membeku, kemudian darah beku ini disertai serangan kolik (remas) yang ditandai  oleh kejang nyeri hebat, didesak ke bawah melalui saluran kemih. Saluran kemih bereaksi atas darah beku seakan-akan berupa batu ginjal. Jka sesudah suatu kolik, tidak keluar batu bersama air kemih, maka mungkin kanker sel ginjalah biang keladinya.

Posted in Kanker Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Perawatan dan Pengobatan Kanker Ginjal

Jika seseorang yang terdiagnosis atau tervonis mengidap kanker ginjal, ketika melakukan suatu pemeriksaan, maka dokter akan mengajurkan dan menyarankan melakukan perawatan dan pengobatan dari kanker ginjal, sebagai berikut :

1. Pemeriksaan Fisik. Dokter memeriksa tanda-tanda kesehatan umum dan mengujinya untuk demam dan tekanan darah tinggi. Dokter juga akan meraba perut dan pinggang untuk memastikan adanya gejala tumor.

2. Tes Urin. Dokter akan melakukan tes urin untuk memastikan adanya gejala tumor.

3. Tes Darah. Laboratorium memeriksa darah untuk melihat seberapa baik ginjal bekerja. Laboratorium mungkin memeriksa tingkat dari beberapa senyawa, seperti creatinine. Tingginya tingkat creatinine akan mengakibatkan ginjal tidak bekerja secara normal.

4. Intravenous Pyelogram (IVP). Dokter menyuntikkan zat warna suatu vena di lengan. Zat warna berjalan melalui tubuh dan berkumpul di ginjal. Zat warna itu lalu terlihat pada sinar X. Rentetan cahaya dari sinar X kemudian menjajaki zat warna yang bergerak melalui ginjal menuju kantung kemih.

5. CT Scan. Mesin sinar X yang dihubungkan dengan computer mengambil serentetan gambar ginjal secara terperinci. Pasien menerima suntikan dari zat warna sehingga ginjal terlihat jelas di dalam gambar-gambar tersebut.

6. Tes Ultrasound. Alat ultrasound bekerja dengan menggunakan gelombang-gelombang suara yang tidak dapat didengar oleh orang. Gelombang-gelombang suara memantul balik dari ginjal, dan computer menggunakan gema-gema untuk menciptakan gambar yang disebut sonogram.

7. Biopsy. Biopsy adalah pengangkatan jaringan untuk mencari sel-sel kanker. Jarum tipis dimasukkan melalui kulit ke dalam ginjal untuk mengangkat sampel jaringan. Jarum itu dipandu dengan menggunakan ultrasound atau sinar X.

8. Operasi. Dalam kebanyakan kasus, berdasarkan hasil dari CT Scan, ultrasound, dan sinar X, dokter merekomendasikan operasi untuk mengangkat sebagian atau seluruh ginjal. Seorang ahli patologi lalu membuat diagnosis akhir dengan memeriksa jaringan dengan menggunakan mikroskop.

E. Perawatan Kanker Ginjal dan Efek Sampingnya

Para penderita kanker ginjal bisa dirawat dengan operasi, arterial embolization, terapi radiasi, terapi biologi, maupun kemoterapi. Bisa juga dengan kombinasi dari jenis-jenis perawatan tersebut.

Pada setiap stadium penyakit, para penderita kanker ginjal mungkin mempunyai perawatan untuk mengontrol nyeri dan gejala-gejala lain, untuk menghilangkan efek-efek samping terapi, dan untuk meringankan persoalan-persoalan emosi dan praktis. Jenis perawatan ini disebut perawatan pendukung, manajemen gejala, atau perawatan yang meringankan.

1. Operasi

Operasi adalah perawatan yang paling umum untuk kanker ginjal. Perawatan jenis ini merupakan suatu tipe dari terapi local yang dilakukan dengan merawat kanker ginjal dan area yang dekat pada tumor.

Operasi untuk mengangkat ginjal disebut nephrectomy. Adapun tipe operasi pengangkatan ginjal ini tergantung pada stadium dari tumor yaitu :

- Radical Nephrectomy. Ahli bedah mengangkat seluruh ginjal bersama kelenjar adrenal dan beberapa jaringan di sekitar ginjal. Beberapa simpul getah bening di area itu juga diangkat.

- Simple Nephrectomy. Ahli bedah hanya mengangkat ginjal. Biasanya, tindakan ini dilakukan pada penderita kanker ginjal stadium I.

- Partial Nephrectomy. Ahli bedah hanya mengangkat bagian dari ginjal yang mengandung tumor. Operasi ini dilakukan ketika seseorang itu hanya mempunyai satu ginjal, ketika kanker sudah memengaruhi kedua ginjal, maupun penderita yang ukuran tumor ginjalnya kurang dari 4 cm atau 3/4  inci.

Efek samping dari operasi adalah lamanya waktu untuk sembuh. Lama waktu yang diperlukan untuk kesembuhan pun berbeda untuk setiap orang. Pasien sering tidak nyaman selama beberapa hari pertama meskipun telah menggunakan obat penghilang nyeri.

2. Arterial Embolization

Arterial Embolization adalah tipe terapi local yang menyusutkan tumor dan dilakukan sebelum tindakan operasi. Tujuannya adalah agar operasi dapat berjalan lebih mudah. Ketika operasi tidak mungkin dilakukan, maka embolization digunakan untuk membantu menghilangkan gejala-gejala kanker ginjal.

Cara ini dilakukan dengan memasukkan tabung yang sempit ke dalam suatu pembuluh darah di kaki. Tabung dialirkan ke atas hingga ke pembuluh besar utama atau arteri ginjal yang menyediakan darah pada ginjal. Dokter lalu menyuntikkan suatu senyawa ke pembuluh darah untuk menghalangi aliran darah ke dalam ginjal.

Setelah arterial embolization penderita biasanya merasakan nyeri punggung atau mengalami demam. Efek-efek lainnya adalah mual dan muntah. Namun masalah-masalah ini bisa segera menghilang

3. Terapi Radiasi

Terapi radiasi (radioterapi) adalah tipe lain dari terapi local yang menggunakan sinar bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel kanker, serta memengaruhi sel-sel kanker di area yang dirawat. Pasien mendapatkan perawatan di rumah sakit atau klinik dalam lima hari setiap minggu selama beberapa minggu.

Efek samping dari terapi radiasi tergantung pada jumlah radiasi yang diberikan dan bagian dari tubuh yang dirawat. Pasien bisa menjadi sangat lelah selama terapi radiasi, terutama pada minggu-minggu pertama perawatan.

Terapi radiasi pada ginjal dan area-area yang berdekatan memungkinkan terjadinya mual, muntah, diare atau tidak nyaman ketika kencing. Selain itu juga menyebabkan kekurangan jumlah sel darah putih sehat yang sebenarnya membantu melindungi tubuh terhadap infeksi. Efek lainnya kulit di area yang dirawat akan memerah, kering dan peka

4. Terapi Biologi

Terapi biologi adalah suatu tipe dari terapi sistematis atau terapi yang menggunakan senyawa-senyawa yang berjalan melalui aliran darah, mencapai dan memengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Terapi biologi menggunakan kemampuan alamiah tubuh atau system imun untuk melawan kanker

Terapi biologi mungkin menyebabkan gejala-gejala seperti flu, kedinginan, demam, nyeri-nyeri otot, kelemahan, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan diare. Pasien-pasien juga mungkin memperoleh suatu ruam kulit atau skin rash. Persoalan-persoalan ini dapat menjadi parah, namun mereka menghilang setelah perawatan dihentikan.

5. Kemoterapi

Kemoterapi adalah tipe dari terapi sistematis dengan menggunakan obat-obatan. Obat-obatan anti-kanker memasuki aliran darah dan mengalir ke seluruh tubuh. Meskipun berguna untuk kanker-kanker yang lain, obat-obat tersebut telah menunjukkan penggunaan yang teratas terhadap kanker ginjal.

Efek samping dari kemoterapi tergantung pada obat-obatan spesifik dan jumlah yang diterima. Pada umumnya, obat-obatan anti-kanker memengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama sel-sel darah. Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah untuk menggumpal atau membeku, dan membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Ketika obat-obatan mempengaruhi sel-sel darah, pasien lebih mudah mendapat infeksi, memar berdarah, juga merasa sangat lemah dan lelah.

Kemoterapi dapat menyebabkan kerontokan rambut. Rambut tumbuh kembali, namun adakalanya rambut yang baru memiliki warna dan tekstur yang agak berbeda.

Kemoterapi dapat menyebabkan nafsu makan yang buruk, mual dan muntah, diare, atau luka-luka mulut dan bibir. Namun, efek-efek samping ini dapat dikontrol dengan menggunakan obat-obatan.

6. Nutrisi

Pasien perlu makan dengan baik selama terapi kanker. Kecukupan kalori dibutuhkan untuk menjaga berat badan dan protein untuk mempertahankan kekuatan. Nutrisi bisa membuat penderita kanker merasa lebih baik dan mempunyai lebih banyak energy. Masalahnya, pasien kanker sering kali sulit untuk makan karena tidak merasa nyaman atau lelah.

Posted in Kanker Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Stadium dalam Kanker Ginjal

Pada awal mulanya seseorang yang mengalami gangguan fungsi ginjal tidak mengetahui atau merasakan adanya gangguan atau penurunan pada fungsinya ginjalnya, namun penyakit gangguan ginjal ini jika semakin lama dibiarkan akan merambah atau meningkatkan kerusakan sehingga membuat organ ginjal yang sangat penting bagi kehidupan manusia menjadi tidak berfungsi dan bekerja secara optimal. Ginjal yang rusak karena banyaknya faktor penyebab akan menjadi penyakit kronis yang sangat fatal yakni Kanker Ginjal. Banyak orang meninggal karena kanker yang awal mulanya mereka tidak mengetahui gejala awal dan membiarkan salah satu organ tubuh mengalami kerusakan lebih lama.

Gejala-gejala umum dari kanker ginjal adalah :

1. Darah dalam urin (membuat urin sedikit merah karatan atau merah)
2. Nyeri yang tidak kunjung hilang pada sisi badan
3. Adanya gumpalan yang terasa pada sisi badan atau di bagian perut
4. Kehilangan berat badan
5. Demam
6. Perasaan lelah atau tidak nyaman

Ginjal manusia

Fase-Fase dalam stadium kanker ginjal

C. Tingkatan atau Stadium Kanker Ginjal

Ginjal yang semakin lama mengalami kegagalan atau gangguan fungsi ginjal, sehingga tidak mampu lagi bekerja dengan normal, membuat organ ginjal semakin berat dan akhirnya menjadi kanker ginjal. Stadium kanker ginjal didasarkan pada ukuran tumor, penyebaran dan luas penyebaran. Stadium-stadium tersebut adalah:

1. Stadium I. Stadium ini adalah awal dari kanker ginjal. Tumornya berukuran 2,75 inci (7cm) atau tidak lebih besar dari sebuah bola tenis. Sel-sel kanker ditemukan hanya berada di ginjal.

2. Stadium II. Stadium ini merupakan awal dari kanker ginjal namun tumor sudah berukuran lebih dari 2,75 inci. Sel-sel kanker ditemukan hanya di ginjal

3. Stadium III. Pada stadium ini, tumor tidak meluas di luar ginjal, tetapi sel-sel kanker telah menyebar melalui system getah bening ke suatu simpul getah bening yang berdekatan. Tumor juga menyerang kelenjar adrenal atau lapisan-lapisan dari lemak dan jaringan yang berserabut yang mengelilingi ginjal. Namun, sel-sel kanker masih belum menyebar diluar jaringan berserabut. Sel-sel kanker ditemukan pada satu simpul getah bening yang berdekatan atau menyebar dari ginjal ke suatu pembuluh darah besar yang berdekatan. Sel-sel kanker juga ditemukan pada simpul getah bening yang berdekatan.

4. Stadium IV. Pada stadium ini, tumor meluas di luar jaringan berserabut yang mengelilingi ginjal. Sel-sel kanker ditemukan pada lebih dari satu simpul getah bening yang berdekatan atau kanker telah menyebar ke tempat-tempat lain di dalam tubuh, seperti paru-paru

5. Kanker yang Kambuh. Kondisi ini adalah kanker yang kembali muncul setelah perawatan bisa muncul kembali di ginjal atau bagian tubuh lainnya

Posted in Kanker Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Ginjal dan Faktor Resikonya

Ginjal merupakan sepasang organ pada setiap sisi dari tulang belakang di dalam perut bagian bawah. Setiap ginjal berukuran sebesar kepalan tangan, dan pada puncak dari setiap ginjal melekat suatu kelenjar yang bernama kelenjar adrenal.

Ginjal adalah bagian dari saluran air seni atau kencing yang memudahkan pengeluaran kotoran dan kelebihan air dari darah. Urin berkumpul di dalam suatu ruang berongga (renal pelvis) di tengah setiap ginjal. Urin mengalir dari ruang berongga itu ke dalam kantung kemih melalui satu tabung yang disebut urete dan urin meninggalkan tubuh melalui tabung lain yang bernama urethra.

Skema ginjal manusia

Ginjal yang menghasilkan senyawa-senyawa yang membantu mengontrol tekanan darah dan produksi dari sel-sel darah merah. Beberapa tipe kanker bisa dimulai dari ginjal. Adapun tipe-tipe kanker ginjal antara lain:

1.  Renal adenocarcinoma atau Hypernephroma. Tipe ini adalah yang paling umum dari kanker ginjal yang terjadi pada orang dewasa.

2.  Transitional Cell Carcinoma. Tipe ini memengaruhi renal pelvis. Renal pelvis serupa kanker kantung kemih.

3.  Wilms Tumor. Tipe ini adalah yang paling umum dari kanker ginjal masa anak-anak. Kanker ini berbeda dari kanker ginjal orang dewasa dan memerlukan perawatan yang berbeda.

Ketika kanker ginjal menyebar keluar dari ginjal, sel-sel kanker seringkali ditemukan di simpul-simpul getah bening yang berdekatan. Kanker ginjal juga mungkin menyebar ke paru-paru, tulang-tulang, atau hati. Bahkan dari satu ginjal ke ginjal lainnya.

A.  Faktor-Faktor Resiko Kanker Ginjal

Kanker ginjal paling sering berkembang pada orang-orang yang berumur 40 tahun ke atas, tapi tidak seorangpun mengetahui penyebab-penyebab yang pasti dari penyakit ini. Dokter bahkan jarang bisa menjelaskan penyebab seseorang menderita kanker ginjal dan orang lainnya tidak. Tidak seorang pun dapat menerima penyakit ini dari orang lain.

Namun demikian, ada sejumlah faktor yang memengaruhi munculnya kanker ginjal, yaitu :

1. Merokok. Merokok adalah faktor resiko utama. Para perokok dua kali lebih mungkin menderita kanker ginjal daripada bukan perokok. Orang yang menyukai rokok cerutu bahkan bisa menderita kanker ginjal paling parah.

2. Obesitas. Orang-orang yang mengalami kegemukan mempunyai resiko yang lebih tinggi dari mereka yang tidak kegemukan

3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah faktor resiko yang termasuk pokok.

4. Dialysis Jangka Panjang. Dialysis adalah perawatan untuk orang-orang yang ginjalnya tidak bekerja dengan baik. Dialysis akan mengeluarkan pembuangan-pembuangan dari darah.

5. Von Hippel-Lindau (VHL) Syndrome. VHL adalah penyakit yang jarang beredar pada beberapa keluarga dan disebabkan oleh perubahan dalam gen VHL. Suatu gen VHL yang tidak normal dapat meningkatkan resiko kanker ginjal, juga menyebabkan kista atau tumor di mata, otak dan bagian-bagian tubuh lainnya. Penderita sindrom ini bisa melakukan tes pemeriksaan terhadap kemungkinan gen VHL yang tidak normal, dokter akan menyarankan cara untuk memperbaiki pendeteksian kanker ginjal dan penyakit-penyakit lain sebelum gejala-gejalanya berkembang.

6. Jenis Kelamin. Laki-laki dimungkinkan lebih banyak menderita kanker ginjal daripada perempuan. Di AS. Sekira 20.000 laki-laki dan 12.000 perempuan menderita kanker ginjal dalam setiap tahun.

Posted in Kanker Ginjal | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment